KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN BANTEN (0254-8485625)


TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN SEORANG NELAYAN YANG TERJATUH DARI PERAHU DI PERAIRAN CIHARAH LEBAK BANTEN DALAM KONDISI MENINGGAL DUNIA


LEBAK - Nelayan yang terjatuh dari perahu akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada selasa (22/9) dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 21.30 WIB  tadi. Korban ditemukan sebelah barat Pantai Bagedur pada radius 5 NM dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi menuju rumah duka yang terletak di desa Babakan Bandung Kec.Cikeusik Kab.Pandeglang. “Korban akhirnya ditemukan malam ini berkat sinergi dan kerjasama tim SAR gabungan yang ada di lapangan, selanjutnya korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses selanjutnya.” Tegas M.Zaenal Arifin, S.Pd Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR. Beliau juga mewakili pemerintah mengucapkan turut berbelasungkawa kepada pihak keluarga atas musibah yang dialami oleh korban dan berterima kasih atas segala upaya yang telah dilakukan oleh personil SAR gabungan yang telah bekerja keras melakukan upaya pencarian terhadap korban dari mulai minggu (20/9) hingga hari ini korban ditemukan. Sebelumnya pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, personil SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan membagi area menjadi 3 (tiga) dimana SRU pertama melakukan penyisiran dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat kearah timur sejauh 12 KM dari tanjung panto, kemudian SRU kedua melakukan penyisiran dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat sejauh 18 KM dari lokasi kejadian ke arah barat, dan SRU ketiga melakukan penyisiran dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat sejauh 12 KM kearah timur dari muarabinuangeun. Operasi SAR pada hari ini melibatkan personil SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polsek Panggarangan, BPBD Kab.Serang, PMI Kab.Lebak, HNSI Kab.Lebak, Madure Rescue, Balawista Kab.Lebak, Keluarga korban, dan Masyarakat Setempat. Korban yang diketahui bernama Edi (45), seorang nelayan yang menggunakan perahu kincang Berkah Abadi,ketika arah pulang dari perairan bayah menuju binuangeun perahu tersebut dihantam gelombang besar,yang mengakibatkan 2 awak kapal terjatuh kelaut. Kemudian perahu nelayan lain datang berusaha menolong korban,dan satu korban an. Luki (18)berhasil diselamatkan dan saudara Edi (45) tenggelam.



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Recylia
23 September 8:00 WIB