KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN BANTEN (0254-8485625)


BASARNAS BANTEN EVAKUASI 3 ABK KM.PUSPITA JAYA DI PERAIRAN SELAT SUNDA,7 ORANG MASIH DALAM PENCARIAN


PANDEGLANG—Sebanyak tujuh nelayan asal Pandeglang hilang setelah kapal motor yang ditumpanginya tenggelam di lautan lepas Selat Sunda, Kamis (18/6) magrib lalu. Hingga kemarin (21/6), pencarian terhadap para anak buah kapal Puspita Jaya tersebut masih dilakukan tim SAR gabungan.

Menurut informasi yang dihimpun, Tim SAR gabungan yang terdiri Basarnas, Polairud, TNI dan lainnya mendapatkan informasi adanya kecelakaan kapal dengan 16 ABK pada Jumat (19/6) lalu, sekitar pukul 17.26 Wib. Mereka kemudian melakukan evakuasi.

Di hari Jumat, tim menemukan 6 dari 16 anak buah kapal. Surja (31), Sanan (35), Dede (24), Aji (21), Atok (21), dan Hasan (55) ditemukan sedang terombang ambing di kapal yang terbalik akibat dihantam ombak tersebut.

Sementara 10 orang lainnya yakni Rasmin (30) sebagai Kapten Kapal, Jamal (25), Wawan(25), Goler (30), Acuy (25), Kastirah (50), Suri (50), Tanjan (35), Joni (30), dan Udi (42) waktu itu belum berhasil ditemukan.

Namun, selang satu hari kemudian Sabtu (20/6), tiga nelayan yakni Wawan (30), Acuy (35) dan Udi (45) ditemukan dalam keadaan selamat. Sedangkan ketujuh orang ABK lagi belum ditemukan dan terus dilakukan pencairan oleh Tim SAR gabungan.

Kepala Basarnas Banten M Zaenal Arifin mengungkapkan, peristiwa terbaliknya kapal nelayan asal Pandeglang itu terjadi pada saat para nelayan sedang menjaring ikan di wilayah laut Selat Sunda.

“Mereka sedang menjaring ikan dan kapal tak seimbang karena ombak besar menghantam tubuh kapal sebelah kanan hingga terbalik dan tenggelam,” kata Zaenal saat dihubungi via WhatsAap (WA), Minggu (21/6).

Zaenal menjelaskan, 6 nelayan berhasil ditemukan karena mereka mengurungkan niatnya untuk terus berenang menuju Pulau Rakata. Para nelayan itu memilih kembali ke kapal yang terbalik.

“6 orang yang kami temukan, ada dua orang yang kelelahan hingga tak bisa jalan, hal itu akibat bertahan selama 24 jam berada di atas kapal. Semuanya sudah ditangani secara medis di Puskesmas Merak,” ungkapnya.

Sementara 10 orang lainnya, lanjut dia, waktu itu tak diketemukan karena pada saat kejadian memilih berenang menyelamatkan diri memakai apung dan viber ke Pulau Rakata.

“Waktu menemukan yang 6 orang itu, kami tak bisa menemukan yang 10 orang lagi. Bahkan kami lakukan pencarian, tak kujung diketemukan dan akhirnya kami terlebih meevakuasi yang 6 orang dulu. Info dari yang selamat, 10 orang itu hilang saat hendak menyelamatkan diri ke Pulau Rakata,” tandasnya.

M.Zaenal Arifin menambahkan, dari 10 orang yang sempat dikabarkan hilang tersebut, tiga orang diantaranya yakni Wawan (30), Acuy (35) dan Udi (45) berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

“Ketiga korban kecelakaan kapal laut itu ditemukan oleh kapal motor Duta Samudra yang pada saat itu Sabtu (20/6) sedang melintas di perairan tersebut. Ditemukannya tepat di perairan laut Tanjung Alang-Alang,” jelasnya.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait ketujuh korban yang sampai saat ini belum ditemukan.

“Belum bisa berikan keterangan kembali, kami masih berupaya melakukan pencarian ke 7 orang lagi bersama tim gabungan,” tandasnya.



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : humas_Banten
20 June 19:00 WIB