Latihan SAR Kecelakaan Pelayaran (People Smuggling)


Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Didi Hamzar, S.Sos.,M.M. membuka Latihan Pencarian dan Pertolongan Kecelakaan Pelayaran Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (People Smuggling) di Kantor Pecarian dan Pertolongan Banten

 Tugas wajib Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) di Provinsi Banten seperti kecelakaan kapal, pesawat, penanganan khusus, tanggap bencana dan membahayakan manusia.

Pelatihan tersebut akan dikhususkan untuk menangani imigran gelap yang melintasi perairan Banten, seperti di Selat Sunda dan untuk menguji Rencana Kontigeni yang telah disusun Kantor Pencaarian dan Pertolongan Banten sehingga dalam penanganan Kecelakaan di wilayah kerja KPP Banten dapat berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi ataupun potensi yang ada di Banten

“Latihan yang akan kita latihkan mengenai kecelakaan pelayaran yang dikaitkan dengan pengungsi warga negara asing, kadang-kadang mereka tidak mau di evakuasi oleh kita,” kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar, saat ditemui di Hotel Grand Mangkuputra Cilegon.

Direktur Kesiapsiagaan menjelaskan bahwa, Basarnas tidak mudah untuk membawa imigran gelap. Pihaknya harus melakukan aksi yang cepat selama kurun waktu 28 menit. Basarnas dituntut untuk bisa memahami kepentingan imigran dalam melakukan perjalanan laut. Termasuk jaringan teroris, narkotika, sampai dengan sosial budaya.

“Kita juga jangan gampang membawa mereka ke daratan, karena harus memberi makan dan kebutuhan hidup mereka berbulan-bulan (Humas115Banten)

 



Kategori Berita Kansar .
Pengunggah : Banten
29 August 14:05 WIB